Mempawah, 21 Agustus 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Nyamuk Sedunia yang diperingati setiap tanggal 20 Agustus, Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD dr. Rubini Mempawah melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan kepada pasien dan keluarga pasien rawat jalan.

Kegiatan edukasi kesehatan dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026, pukul 09.30 WIB sampai selesai, bertempat di Ruang Tunggu Obat Pasien Rawat Jalan RSUD dr. Rubini Mempawah. Penyuluhan menghadirkan dr. Internship sebagai narasumber.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PKRS RSUD dr. Rubini Mempawah dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit yang berkaitan dengan gigitan nyamuk, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD), serta pentingnya melakukan pencegahan sejak dini.

Kenali, Cegah, dan Tangani DBD

Dalam materi penyuluhan yang disampaikan, peserta diberikan edukasi dengan tema “Kenali, Cegah, dan Tangani DBD”. Materi menjelaskan bahwa DBD merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes. Penyakit ini dapat menyerang anak-anak maupun orang dewasa dan dapat menjadi berat serta mengancam jiwa apabila terlambat ditangani.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai proses penularan DBD. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah bahwa DBD tidak menular secara langsung dari orang ke orang, melainkan melalui perantara nyamuk penular.

Dalam penyuluhan, masyarakat diajak untuk mengenali berbagai tanda dan gejala DBD, antara lain demam tinggi yang muncul secara mendadak, nyeri kepala, nyeri sendi dan otot, nyeri di belakang mata, mual, muntah, lemas, ruam atau bintik merah serta tanda perdarahan.

Kenali Tanda Bahaya DBD

Selain mengenali gejala awal, peserta juga diberikan edukasi mengenai tanda bahaya yang perlu mendapatkan perhatian dan penanganan medis segera.

Beberapa tanda bahaya yang disampaikan meliputi nyeri perut hebat, perdarahan seperti perdarahan gusi atau hidung maupun saluran cerna, sulit bernapas, muntah terus-menerus, badan semakin lemah, serta kondisi yang memburuk terutama ketika demam mulai turun.

Edukasi ini diharapkan dapat membantu pasien dan keluarga lebih waspada sehingga tidak mengabaikan perubahan kondisi tubuh dan dapat segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan gejala maupun tanda bahaya.

Pencegahan Melalui 3M Plus

Pada kesempatan tersebut, PKRS juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya melakukan pencegahan DBD melalui 3M Plus. Upaya pemberantasan tempat berkembang biaknya nyamuk perlu dilakukan secara rutin, baik di lingkungan rumah maupun lingkungan sekitar.

Selain mencegah perkembangbiakan nyamuk, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan DBD.

Apa yang Dilakukan Saat Demam?

Materi penyuluhan juga memberikan panduan kepada peserta mengenai langkah yang dapat dilakukan ketika mengalami demam. Masyarakat dianjurkan untuk beristirahat cukup, memperbanyak minum untuk mencegah kekurangan cairan, memantau suhu dan kondisi tubuh, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Apabila muncul tanda bahaya, masyarakat dianjurkan untuk segera datang ke fasilitas kesehatan. Penggunaan obat-obatan tertentu juga sebaiknya dihindari tanpa anjuran dari tenaga kesehatan.

PKRS Dorong Masyarakat Lebih Peduli Pencegahan DBD

Melalui kegiatan penyuluhan ini, PKRS RSUD dr. Rubini Mempawah terus mendorong peningkatan literasi kesehatan masyarakat, khususnya pasien dan keluarga yang mendapatkan pelayanan di rumah sakit.

Peringatan Hari Nyamuk Sedunia menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa pencegahan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk membutuhkan kesadaran dan peran aktif masyarakat.

 

Dengan mengenali gejala, memahami tanda bahaya, melakukan pencegahan dan segera mendapatkan pertolongan ketika diperlukan, diharapkan masyarakat dapat turut berperan dalam menekan risiko penyakit DBD.

PKRS RSUD dr. Rubini Mempawah
“Kenali, Cegah, dan Tangani DBD.”